Minggu, 01 Maret 2015

suara yang sama

Dalam heningku yang sejenak didepan hamparan rerumputan diserambi rumahku. Setelah mengela nafas penat kebosanan dihari-hari liburan smester ini. Aku mendengar deringan dari ponselku. Dering yang sangat mengejutkan batinku ketika aku melihat ukiran nama sang pelaku. Penyebab ponselku berdering.
"Hai" sapanya ketika ku angkat panggilanya di
ponsel ku. Jleb. Suara yang tidak asing. Masih sama seperti waktu itu.
"I-iya. Hai" balasku dengan suara bergetar .
"bagaimana kabarmu " tanyanya dengan lembut.
"aku. Ah. Aku baik." tidak pernah
sebaik ini sebelumnya bodoh.
"Kau? Bagaimana dengan mu?" Aku berusaha menenangkan diri. Karena saat secara perlahan, kata demi kata yang keluar dari bibir manisnya itu membuat dentuman organ pengatur darah berinisial jantung ini lebih cepat. ia mengatakan itu lagi. jantungku tidak, tidak. terlalu muda bagiku untuk mengidap stroke.
"Entah lah, aku bingung" jawabnya sendu. Aku ingin bertanya Kenapa kau tidak merasa baik saat ini seperti yang aku rasakan? Seperti halnya perang dunia yang berakhir dengan perdamaian dengan singkat. Tak akan terjadi perang dunia yang kedua. Hingga tak banyak yang perlu dicatat dalam sejarah karena dunia yang terlalu damai. namun nihil. Hanya bisa kuungkapkan dalam hati.
"kenapa? Apakah ada masalah? Berbagi lah denganku" saranku dengan norak. Padahal aku benar-benar ingin menjadi tempat sandaran untukmu berbagi. "Sesuatu yang aneh terjadi padaku sejak aku melihatmu beberapa waktu yang lalu..."
Aneh? apa maksud kata itu? Apa yang sedang dipikirkan anak ini? Tiba-tiba keheningan menerpa sejenak.
" sejak saat itu aku terkadang memikirkan mu " lanjutnya perlahan. Apa? Terkadang ????? Terkadang katamu? Aku bahkan belum berhenti memikirkanmu, belum bosan melihat melihat ukiran senyummu di layar ponsel ku, belum tau cara menghapus senyum yang membekukan mataku , aku belum bisa berhenti sejak beberapa tahun yang lalu ketika kau melempar senyum itu tepat direlungku. Itu bukan waktu yang sebentar. Aku mengatur nafasku lagi.
" apa maksud perkataan mu?" Aku benar2 tidak mengerti "
" aku juga, tapi tidak kah kau merasa aneh ketika melihatku?" pertnanyaanmu yang justru aneh. Apa kau gila?!!! Bertahun-tahun aku merasa aneh hingga saat ini aku bahkan tidak mengerti apa itu.
"Entah lah, aku juga merasa aneh bahkan sejak beberapa tahun lalu" paparku. Gawat! apa ini? apa yang aku katakan? Aku pasti gila karna terlalu lunak untuk berkata jujur padanya. "Benarkah? Syukurlah, Aku sebenarnya sudah tahu itu dari sahabat baik kita, karna itu aku mengumpulkan keberanian untuk menyapamu padamu. Kau baik-baik saja kan?" .
Hey bodoh! Apa kau pernah dilemparkan ke udara hingga kau dapat melihat ribuan bintang bersinar didampingi pelangi yang melengkung kemudian jatuh dengan lembut di lautan bunga tulip yang indah? Aku juga belum pernah, tapi ini bahkan lebih dari itu. Sesuatu yg indah itu sulit di katakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar