si gadis penanti senja,
yang retak lagi hatinya.
bahkan kata tak lagi bersuara di hadapanya
karena retak lagi hatinya..
ia tengah mencinta kala gulita
bercanda dengan asmara kala hujan tak kunjung reda
pun hatinya tak pernah mengira
retak lagi ia dibuatnya
jatuh cinta pada pemuda gila
yang pesonanya menggelora kala bersua
kini hilang sudah harapnya
si pemuda gila tak lagi tersenyum padanya
retak lagi hatinya
si gadis penanti senja
yang bahkan malam tak lebih gelap dari matanya
sungguh kasihan,
semoga pagi menjemput bahagianya
menendang jauh si pemuda gila dari hatinya
menghentikan hujan dari matanya
dan menghantarkan pelangi ke bola matanya
karna si gadis penanti senja,
Kini Sedang Retak lagi hatinya
menulis dengan caraku sendiri, membaca dengan caraku sendiri dan merasakannya dengan caraku sendiri :)
Sabtu, 14 Mei 2016
Kucinta, Kurela
Aku mencintai malam,
dengan atau tanpa bintangnya,
dan kubiarkan ia pergi kala fajar meninggi..
Aku mencintai hujan,
dengan atau tanpa kilatnya,
dan kubiarkan ia reda, saat ia lelah mendeas
Begitupun padamu. . .
aku mencintaimu,
dengan atau tanpa lebihmu
dan kubiarkan kau pergi saat kakimu tak ingin berhenti
karena aku hanya si pecinta...
dan aku bukan si gila...
berkeras menggenggam tangan yang hendak menghindar
Kubiarkan kau indah begitu adanya...
kubiarkan kau mencinta dengan siapa saja
kusenyumkan bibirku saat kau bahagia
Karna Ku Cinta, Maka Ku Rela
dengan atau tanpa bintangnya,
dan kubiarkan ia pergi kala fajar meninggi..
Aku mencintai hujan,
dengan atau tanpa kilatnya,
dan kubiarkan ia reda, saat ia lelah mendeas
Begitupun padamu. . .
aku mencintaimu,
dengan atau tanpa lebihmu
dan kubiarkan kau pergi saat kakimu tak ingin berhenti
karena aku hanya si pecinta...
dan aku bukan si gila...
berkeras menggenggam tangan yang hendak menghindar
Kubiarkan kau indah begitu adanya...
kubiarkan kau mencinta dengan siapa saja
kusenyumkan bibirku saat kau bahagia
Karna Ku Cinta, Maka Ku Rela
Langganan:
Postingan (Atom)