Lagi pula aku hanya mimpi
yang terhapus mentari dinihari
lagi pula aku hanya pelangi yang pudar
terkikis waktu yang kian berlalu
lagi pula aku hanya api
yang padam terguyur hujan
lagi pula aku hanya rindu
yang hadir di sela-sela sepi malam hari
lagi pula aku hanya hidup di ruang kecil
jauh dari pandangmu
lagi pula kaupun akan pergi
layaknya mereka yang sempat datang untuk kemudin berlalu
lagi pula tidak ada yang khusus
antara kau dan aku
menulis dengan caraku sendiri, membaca dengan caraku sendiri dan merasakannya dengan caraku sendiri :)
Rabu, 02 November 2016
Selamat Malam Rindu
Selamat malam rindu
Masih berdiri tegak kau di sudut itu
Sejak jutaan detik yang lalu
kau masih saja gagah tertegun di sudut itu
meski kau tak akui itu, aku sungguh tahu
sungguh hendak kau juntaikan saja kakimu itu
berbaring saja di ruang lain
tinggalkan sudut itu
karena kau tahu
yang kau tunggu tak lagi sampai
atau mungkin tak akan mungkin sampai
dan mungkin kau akan berdiri menunggu selamanya
meskipun begitu
tetap saja
peduli apa
tegar saja pundak itu
takkan kau sandarkan meski sesaat
peduli apa
berdiri saja kau di sudut sepi itu
peduli apa
tetap saja kau akan menunggu
selamat malam rindu
semoga cepat ia menyapamu
Masih berdiri tegak kau di sudut itu
Sejak jutaan detik yang lalu
kau masih saja gagah tertegun di sudut itu
meski kau tak akui itu, aku sungguh tahu
sungguh hendak kau juntaikan saja kakimu itu
berbaring saja di ruang lain
tinggalkan sudut itu
karena kau tahu
yang kau tunggu tak lagi sampai
atau mungkin tak akan mungkin sampai
dan mungkin kau akan berdiri menunggu selamanya
meskipun begitu
tetap saja
peduli apa
tegar saja pundak itu
takkan kau sandarkan meski sesaat
peduli apa
berdiri saja kau di sudut sepi itu
peduli apa
tetap saja kau akan menunggu
selamat malam rindu
semoga cepat ia menyapamu
Untuk Kesejuta Kalinya
Untuk kesejuta kalinya
lagi. . .
aku jatuh pada tatap itu
aku jatuh pada diam itu
aku jatuh pada senyum itu
aku jatuh padamu
lagi. . .
meski berjuta kali aku beranjak pergi
melangkah untuk duduk di sudut lain dari ruangmu
menoleh ke arah lain dan membelakangimu
merasa lelah tiap kali memaksakan diri
lagi. . .
setelah setelah semua itu
mata ini kembali menatap mu
bibir ini tak hentinya memanggil namamu dalam lelap
jantung ini berdegup kencang kala bertemu denganmu
lidah pun kelu dan kaku
dan. . .
untuk kesejuta kalinya aku jatuh lagi padamu
lagi. . .
aku jatuh pada tatap itu
aku jatuh pada diam itu
aku jatuh pada senyum itu
aku jatuh padamu
lagi. . .
meski berjuta kali aku beranjak pergi
melangkah untuk duduk di sudut lain dari ruangmu
menoleh ke arah lain dan membelakangimu
merasa lelah tiap kali memaksakan diri
lagi. . .
setelah setelah semua itu
mata ini kembali menatap mu
bibir ini tak hentinya memanggil namamu dalam lelap
jantung ini berdegup kencang kala bertemu denganmu
lidah pun kelu dan kaku
dan. . .
untuk kesejuta kalinya aku jatuh lagi padamu
Cerita Cinta Pertamanya
Pun pada ahirnya senyum itu tergambar lagi di wajahnya
Muncul di antara luka-luka lain
pun pada ahirnya senyum itu mampu hapuskan luka
pun pada ahirnya ia tak lagi peduli pada angin yang membisik pilu
Pun pada ahirnya ia jatuh lagi dan lagi
ia jatuh lagi pada cerita cinta pertamanya
gila lagi ia dibuatnya
hilang lagi akal nya
lupa lagi ia pada luka masalalunya
cinta memang gila, bodoh pula
entah dimana ia tinggalkan akalnya
hati saja yang ia bawa dan dengarkan
Muncul di antara luka-luka lain
pun pada ahirnya senyum itu mampu hapuskan luka
pun pada ahirnya ia tak lagi peduli pada angin yang membisik pilu
Pun pada ahirnya ia jatuh lagi dan lagi
ia jatuh lagi pada cerita cinta pertamanya
gila lagi ia dibuatnya
hilang lagi akal nya
lupa lagi ia pada luka masalalunya
cinta memang gila, bodoh pula
entah dimana ia tinggalkan akalnya
hati saja yang ia bawa dan dengarkan
Langganan:
Postingan (Atom)