Pun pada ahirnya senyum itu tergambar lagi di wajahnya
Muncul di antara luka-luka lain
pun pada ahirnya senyum itu mampu hapuskan luka
pun pada ahirnya ia tak lagi peduli pada angin yang membisik pilu
Pun pada ahirnya ia jatuh lagi dan lagi
ia jatuh lagi pada cerita cinta pertamanya
gila lagi ia dibuatnya
hilang lagi akal nya
lupa lagi ia pada luka masalalunya
cinta memang gila, bodoh pula
entah dimana ia tinggalkan akalnya
hati saja yang ia bawa dan dengarkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar